Minggu, 29 April 2018

antara diary dan kopi

Syandana - Malam ini tanggal 29 April 2018. ku ingin menulis (sebenarnya sambat) disini karna blm menemukan "orang" yang mampu untuk mendengar keluh kesah ku sampai hari ini..

sudah sejak Desember 2017 kemaren aku pengen membuka rumah makan. dan karena aku punya guru spiritual (agama) jadi aku cerita soal apa yang akan ku kerjakan. waktu aku cerita beliau menunjukan wajah kaget dan ragu aku bisa, karna dia melihat aku ingin membuka dengan temanku yang baru ikut ke majelis yang aku ikuti. dulu awal" waktu aku ikut majelis ini, aku lebih tenang dan seperti tidak ada beban dunia sama sekali.. dan hobiku lebih sering mengajak orang" yang "kemungkinan" bisa untuk diajak kejalur kanan dari sisi gelap mereka. karna kebanyakan teman"ku semuanya sudah pernah mabok dan ada yang ngepil juga. tapi aku punya pendirian sejak keheningan mengajariku banyak hal.. jadi aku tidak melebur dengan mereka walau sering campur dan kumpul".

kembali lagi, sejak aku cerita dg guru malam itu. dia bilang kurang setuju tp aku tetep nekat karna karna kepepet. bukan karna uang, tp keadaan. selain aku sudah gak tahan dirumah dan aku sudah lulus tes Korea. aku takut kalau aku dapat panggilan, sholat ku dan semuanya akan lupa seperti sebelum aku ikut majelis. sekarang hatiku lebih tenang. jd aku lebih memilih membuka usaha. bukan disini juga, tp dijakarta. karna disana juga ada majelis seperti ini. tp sayang, esoknya saya kecelakaan dan tidak bisa jalan selama sebulan. dan benar saja, teman saya tidak jadi. karna aku sudah tau, dia org yg tidak punya pendirian dan tujuan hidup. plus Dr tatapan guruku malam tadi yang sebenarnya aku tau apa yg sedang dia bicara dan dia lihat.

sejak saat itu, aku terus berdoa agar punya temen atau bahkan temen hidup yang bisa kuajak usaha dari 0. seminggu kemudian, temen lamaku datang kerumahku tanpa kontak" dlu.. akhirnya aku pun cerita dan dia juga setuju, walau dlm hatiku aku tau dia tidak bisa diajak serius. tp karna tadi "KEPEPET". soalnya saya blm berani kalau buka sendiri, jd ki ajak temen. akhirnya February aku meluncur ke Jakarta.

banyak sekali cerita disana, dr ditangkap polisi dan wejangan" org" yg ku temui disana. akhirnya ku tau kalau hidup memang sulit. dan dr beberapa wejangan akhirnya ku memutuskan untuk membuka usaha di sekitaran Jawa tengah saja.. awal Maret, ku sudah nego dan deal" an dg kios berukuran 4 × 10 M. dg harga kontrakan 11jt /th di daerah baki.

dan malam hari setelah itu, aku pun cerita ke guru ku soal ini.. namun sayang sekali jawabannya berbeda dg apa yang ku harapkan..

ku lanjut besuk yah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar